Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 26 Mei 2012

Exploding Movement

Exploding Movement

Gerakan Efektif Menambah Berat Badan dan Massa Otot Anda!
Apa hal pertama yang muncul di pikiran Anda ketika memasuki sebuah gym? Tentunya adalah ingin membentuk tubuh atletis ideal dan menjaga kesehatan tubuh. Melihat banyaknya bentuk tubuh yang sudah berhasil dibentuk di gym tentunya Anda ingin memiliki bentuk tubuh serupa secepat mungkin.
Lalu bagaimana caranya? Latihan jenis apa yang paling efektif ? Bagaimana cara melakukan setiap gerakan dengan benar?
Banyaknya alat yang disediakan, ditambah dengan banyaknya variasi gerakan, sangat wajar jika Anda merasa bingung dalam menentukan gerakan latihan yang akan Anda lakukan. Jangan khawatir, faktanya setiap gerakan memiliki kelebihannya masing-masing baik dalam hal kelompok otot yang dilatih maupun dampaknya terhadap perkembangan otot tersebut. Namun berdasarkan penelitian, gerakan yang paling cepat dan efektif adalah gerakan yang mampu melatih banyak otot dalam sekali gerakan1.
Mau tau gerakan apa saja yang efektif untuk membentuk tubuh atletis dan sixpack Anda? Simak tabel berikut :
Which Movement to Choose2?
Dada
Bench Press
Gerakan ini memaksa otot dada, bahu, dan tricep Anda bekerja dalam sekali repetisi. Pastikan tangan Anda sedikit lebih lebar dari bahu dan kaki menjejak pada lantai untuk kekuatan ekstra. Mau efek lebih optimal pada otot dada Anda? Gunakan variasi wide grip dan kombinasikan dengan gerakan fly (viadumbbell/machine) untuk sekaligus memperkuat bahu Anda.
Bahu
Shoulder Press
Memiliki nama lain military press, gerakan ini melatih seluruh otot pada bahu, biceps, dan lower trapezius(otot di punggung atas Anda). Bila Anda menggunakan barbell, pastikan Anda tidak menunduk terlalu dalam untuk menghindari cedera leher. Untuk Anda yang belum biasa melakukan gerakan ini, versi dumbbell jauh lebih aman. Kombinasikan dengan lateral raise untuk lebih mendefinisikan otot trapezius pada bahu Anda.
Punggung
Pull Up
Tidak ada yang lebih menantang ketimbang menarik seluruh badan Anda ke atas hanya menggunakan tangan. Gerakan ini melatih seluruh punggung atas Anda sekaligus otot biceps dan lengan bawah (forearm). Selain itu, gerakan ini juga melatih coreAnda (termasuk Abs) agar lebih kuat. Masih belum sanggup melakukan gerakan ini? Lat Pulldown adalah versi yang lebih ringan.
Biceps
Curl
Biceps is all about curl. Tugas otot ini adalah membengkokkan lengan Anda pada sendi, sehingga gerakan ini sangat cocok untuk mengembangkan otot biceps Anda. Gunakan berbagai alternatif grip(hammer curl dan biceps curl) secara bergantian untuk “mengejutkan” otot biceps Anda, atau gunakanbarbell untuk tenaga ekstra.
Triceps
Dip
Gerakan ini tak hanya melatih triceps, tapi juga seluruh lengan atas Anda. Bonusnya, Anda juga melatih otot dada Anda sekaligus dengan gerakan ini. Versi parallel bar menawarkan latihan yang lebih menantang, karena Anda harus menggunakan otot bahu dan punggung untuk menjaga kestabilan tubuh sembari mengangkat badan ke atas. Bila Anda belum cukup kuat, lakukan bench dip terlebih dahulu. 
Kaki
Deadlift
Percaya atau tidak, Anda pasti (tanpa sadar) pernah melakukan gerakan ini dalam kehidupan sehari-hari. Ya, deadlift adalah gerakan yang benar untuk mengangkat beban berat dari tanah. Gerakan ini melatih seluruh bagian pinggang dengan bonus pada otot punggung.
Squat
Salah satu elemen gerakan dalam angkat beban (powerlifting), gerakan ini juga cocok dimasukkan ke dalam program latihan Anda. Otot ini melatih seluruh bagian paha dan betis sekaligus pinggang Anda. Bila Anda mencari gerakan yang melatih paling banyak otot sekaligus, maka squat dan deadlift-lah jawabannya.

Cuti Latihan ? Ini Dampaknya !

Cuti Latihan? Ini Dampaknya

Berangkat pagi pulang malam, belum lagi kalau ada lemburan. Jalanan macet; Anda menghabiskan hampir dua jam hanya untuk perjalanan pulang-pergi. Dalam keadaan seperti itu, terkadang sulit menepiskan hasrat hati untuk “cuti” berlatih selama,let’s say, sebulan? Hold that thought; inilah yang akan terjadi ketika…
Anda berhenti berlatih selama kurang dari satu bulan1
Yang pertama kali Anda rasakan adalah Anda akan lebih cepat lelah dan terengah-engah, dan efek ini akan makin terasa bila Anda rutin berlatih sejak lama. Selain itu, jangan kaget bila jantung Anda akan berdebar lebih kencang karena kapasitas paru-paru Anda menyusut, juga volume total darah dalam tubuh Anda. Kekuatan angkatan Anda, untunglah, tidak berkurang terlalu banyak, namun Anda akan merasa kaku di bahu, punggung, dan pinggang.
Oh, ya. Efek ini sudah terasa di minggu kedua Anda berhenti berlatih.
Anda berhenti berlatih selama satu bulan bahkan lebih2
You could just kiss your vigor goodbye, bro! Bila Anda baru fitnes selama sebulan lalu “cuti” selama dua bulan, tingkat kebugaran Anda akan kembali seperti sebelum Anda berlatih. Basically, apa yang terjadi bila Anda skip latihan selama satu bulan adalah pengembangan dari efek cuti latihan kurang dari sebulan. Efeknya pada otot Anda? Penguraian serabut otot, penurunan kekuatan angkatan, dan semakin mudahnya Anda terkena kram.
Bagaimana bila Anda terlanjur “cuti”?
Tidak ada cara lain, Anda harus mulai dari awal lagi. Bila dulu beban bench press Anda mencapai 40 Kg, mungkin sekarang Anda perlu kurangi hingga setengahnya2. Dibutuhkan minimal tiga bulan untuk mengembalikan performa fitnes Anda kembali seperti sediakala, tergantung dari seberapa fit Anda ketika berhenti dan berapa lama Anda berhenti3.
Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Bila memang pekerjaan (dan lalu lintas) menyita waktu Anda, atau Anda terlalu letih untuk fitness hari ini, cuti fitness sehari masih bisa ditoleransi. Selama siklus berolahraga Anda tidak benar-benar putus, Anda bisa mengurangi intensitas olahraga Anda menjadi hanya sekali seminggu dengan intensitas 7)% dari intensitas olahraga Anda yang biasa2,3. Walaupun performa Anda tetap menurun, namun penurunannya tidak terlalu ekstrem.
Atau mungkin Anda perlu mengevaluasi keseharian Anda? Memilih gym yang dekat dari kantor, misalnya, bisa menghemat waktu dan usaha Anda untuk terus berolahraga.

10 Sixpack Pumping Home Exercises

10 Sixpack Pumping Home Exercises

Membentuk sixpack memang salah satu yang paling sulit dibandingkan dengan membentuk otot-otot lainnya pada tubuh, namun bukan berarti tidak mungkin untuk dicapai bukan?
Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas beberapa jenis latihan untuk fitnes yang dianggap paling efektif menurut penelitian untuk mencapai sixpack. Dan berita gembiranya, khususnya bagi Anda yang sibuk, latihan ini dapat Anda lakukan tanpa harus pergi ke tempat fitnes! Namun sebelum kita mulai membahas mengenai gerakan-gerakan latihan yang cocok untuk mempertajam sixpack, mari kita kenalan lebih jauh terlebih dahulu dengan otot-otot perut kita.
Pada dasarnya otot perut dapat diklasifikasikan menjadi 4 bagian; rectus abdominis, external obliques, internal obliques, dan transversus abdominis. Rectus abdominis inilah yang kemudian sering disebut juga dengan otot sixpack. Disamping otot sixpack ini terletak otot external dan internal obliques. Otot transverses abdominis merupakan otot terdalam, posisinya dibawah internal obliques. Otot ini memiliki peran penting untuk membuat perut terlihat rata.
Exercise for sixpack muscle
Untuk bagian pertama, kita akan membahas beberapa jenis latihan untuk otot perut rectus abdominis, atau yang sering disebut dengan otot sixpack.
1. Bicycle Maneuver
 
  • Berbaringlah di lantai dengan kedua tangan diletakkan disamping kepala
  • Tarik lutut sekitar 45 derajat dan mulailah gerakan seperti mengayuh sepeda
  • Sentuh lutut kanan dengan siku kiri dan sebaliknya
2. Crunch on Exercise Ball
 
  • Duduklah diatas bola dengan kaki rata di lantai
  • Biarkan bola berguling kearah belakang dan berbaringlah diatas bola hingga paha sejajar dengan lantai.
  • Silangkan lengan didepan dada atau di belakang kepala
  • Angkat dagu sedikit keatas dan mata menuju ke langit2
  • Angkat tubuh tidak lebih dari 45 derajat
*) untuk meningkatkan keseimbangan, buka kaki lebih lebar
3. Vertical Leg Crunch
  
  • Berbaringlah di lantai dengan posisi tangan di belakang kepala
  • Angkat dan luruskan kaki di udara
  • Silang kaki di bagian lutut dan tekuk sedikit
  • Kencangkan otot perut dengan mengangkat badan kearah lutut
4. Curl Up
 
  • Berbaringlah di lantai, tekuk lutut hingga membentuk 90 derajat dan telapak kaki menyentuh lantai (Jangan letakkan kaki Anda dibawah apapun)
  • Tangan lurus kedepan dan baringkan di lantai.
  • Perlahan angkat badan Anda, rasakan kontraksi pada otot perut.
  • Turunkan perlahan badan Anda
Exercise for Lower Rectus Abdominis
Kebanyakan orang merasa pembentukan otot sixpack bagian bawah lebih sulit daripada bagian atas.Are you in the same boat? Try these exercises!
5. Toes to sky
 
  • Berbaringlah terlentang dengan tangan terbuka lebar 90 derajat
  • Angkat kedua kaki vertical keatas
  • Angkat panggul setinggi mungkin dengan tetap mempertahankan posisi kaki lurus vertical
  • Tahan untuk beberapa saat kemudian turunkan kembali panggul
6. Modified V-Sit
 
  • Berbaringlah terlentang dengan kaki lurus menempel pada lantai dan tangan lurus disamping badan
  • Angkat badan dan tekuk lutut bersamaan hingga membentuk huruf V
  • Luruskan kaki dan badan ke posisi semula secara bersamaan
Exercise for obliques and transverses abdominis muscles
Untuk mendapatkan otot perut yang sempurna, sebaiknya latihan otot sixpack juga disertai dengan latihan otot obliques dan transverses abdominisRussian twist, side raise, dan lateral leg loweringmerupakan jenis gerakan yang biasa dilakukan untuk melatih otot obliques. Sedangkan thin tummy merupakan gerakan untuk melatih otot transverses abdominis.
7. Russian Twist
  
  • Duduklah diatas lantai dengan posisi lutut yang menekuk dan tidak menyentuh lantai
  • Angkat badan hingga membentuk huruf V dengan paha
  • Gabungkan kedua telapak tangan dan tarik lurus hingga tegak lurus dengan tubuh (boleh juga jika ingin membawa beban)
  • Gerakkan tubuh ke kenan atau kiri dan tahan untuk beberapa detik
8. Side Raise
 
  • Berbaringlah terlentang diatas lantai dengan posisi kedua lutut menempel bersama dan ditekuk 90 derajat
  • Jatuhkan kedua lutut ke salah satu sisi (kanan atau kiri) dengan posisi bahu dan punggung yang tetap lurus dan menempel pada lantai
  • Silangkan tangan di bahu
  • Naikkan badan dan gerakkan bahu kearah berlawanan dengan posisi kaki
9. Lateral Leg Lowering
 
  • Berbaringlah di lantai, dengan kedua kaki lurus keatas dan tangan membentuk 90 derajat dari badan (bentangkan ke samping)
  • Gerakkan kedua kaki ke salah satu arah kemudian ke arah yang berlawanan, hentikan sebelum kaki menyentuh lantai.
  • Jaga posisi kepala dan badan bagian atas tidak menyentuh lantai
10. Thin Tummy

  • Berbaringlah terlentang diatas lantai dengan lutut yang ditekuk
  • Letakkan kedua tangan dibawah posisi sabuk dengan posisi jari mengahadap ke bawah dan ibu jari pada upper abdominal region (supaya kita bisa merasakan kontraksi otot yang terjadi pada lower abdominal).
  • Kencangkan otot perut bagian bawah
  • Angkat salah satu kaki dengan lulut ditekuk sehingga paha dan perut membentuk sudut 90 derajat demikian juga antara betis dan paha.
  • Lakukan bergantian antara kaki kanan dan kiri.
Jangan lupa bahwa latihan di atas perlu didukung dengan nutrisi yang tepat, istirahat yang cukup, dan suplemen yang sesuai untuk mencapai sixpack secara efektif.

10 Sumber Protein Terbaik (Part2)

10 Sumber Protein Terbaik (Part 2)

Masih ingat dengan artikel yang sebelumnya [10 Sumber Protein Terbaik (Part 1)]? Sesuai janji, kali ini kita akan membahas jenis protein yang lainnya yang akan membantu Anda untuk mencapai tubuh atletis ideal dan perut sixpack, yaitu protein Nabati. 6 sumber protein dari produk hewani telah disebutkan di artikel sebelumnya, maka 4 buah lagi adalah yang berasal dari produk nabati.
Protein Nabati
Dengan segala kebaikan dari protein hewani, kolesterol merupakan lemak yang hanya dapat ditemui pada produk yang berasal dari hewan. Karena concern kesehatan inilah, banyak orang beralih kepada protein nabati. Let’s learn more about beans, nuts, grains, and peas.
=====================================================
7. Beans
Kacang kedelai (soybean) merupakan protein nabati yang paling digemari. Hal ini disebabkan oleh kandungan proteinnya yang tinggi, namun harganya yang lebih terjangkau. Susu kedelai juga mempunyai manfaat bagi orang yang memiliki lactose intolerance atau alergi terhadap susu sapi. Selain itu, kacang kedelai juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
Masih dalam kategori beans, kacang hijau (mungbean) juga merupakan alternatif makanan tinggi protein. Selain protein, kacang hijau juga memberikan nutrisi lain, seperti: vitamin, mineral, dan serat
=====================================================
8. Kacang-kacangan
Good news buat Anda yang suka makan kacang. Selain rasanya yang enak, ternyata kacang tinggi akan protein. Namun bagaimana dengan lemaknya? Anda tidak perlu kuatir karena lemak pada kacang merupakan lemak yang baik untuk kesehatan jantung. Namun dengan segala kebaikannya, bukan berarti Anda bisa mengkonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak, bisa-bisa malah mengantarkan Anda ke perut one pack daripada sixpack.
=====================================================
9. Grains
Biji-bijian atau grains, seperti misalnya gandum, memang lebih banyak dikenal sebagai sumber karbohidrat. Namun, tahukah Anda kalau biji-bijian juga mengandung protein? Pada gandum, kandungan protein bisa mencapai sekitar 9%.Surprising fact, yes? Namun demikian, konsumsi grains sebaiknya dibatasi, terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet rendah karbo.
=====================================================
10. Peas
Peas atau polong-polongan (misalnya seperti kacang polong) bukanlah sayuran yang biasa dikonsumsi oleh orang Indonesia. Namun, Anda mungkin saja tertarik untuk memvariasikan diet Anda dengan kacang polong setelah mengetahui bahwa kacang polong juga mengandung protein selain serat, vitamin, dan mineral.
Jadi, mana yang sebaiknya saya konsumsi? Jawabannya adalah Balanced nutrition. Ingat dengan pepatah bahwa “segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik”? Seimbangkanlah konsumsi keduanya, karena selain protein, produk-produk hewani dan nabati juga mengandung nutrisi lainnya yang baik untuk tubuh.
Mudah-mudahan insight ini akan banyak membantu Anda dalam menentukan menu harian Anda sesuai kebutuhan tubuh masing-masing dalam perjalanan menuju tubuh atletis ideal dan pembentukan sixpack Anda. Eat wisely for your sixpack, Bro!

10 Sumber Protein Terbaik (Part1)

10 Sumber Protein Terbaik (Part 1)

Protein adalah asupan yang penting untuk pembentukan tubuh atletis dan otot, namun asupan ini tidak hanya tergantung pada sumber dari suplemen saja; makanan pun bisa jadi elemen suportif.

Tema pertama artikel dalam rangka ulang tahun L-Men yang ke-10 bulan ini adalah soal nutrisi dan makanan, yaitu 10 sumber asupan protein terbaik dari makanan. Protein tentu hal yang sudah sangat lazim di kuping Anda penggemar fitnes; di mana dalam perjalanan membentuk tubuh atletis ideal Anda, asupan protein merupakan salah satu asupan nutrisi utama yang paling penting. Selain sebagai sumber energi dan berperan dalam pembentukan sel-sel baru dalam tubuh (khususnya otot), protein sangat penting juga mempengaruhi kerja enzim, hormon, kekebalan tubuh, keseimbangan cairan dalam organ tubuh.
Selain didapat dari suplemen, protein dapat diperoleh dari produk hewani maupun nabati melalui makanan. Kandungan asam amino yang komplit pada protein hewani membuat beberapa sumber mengatakan bahwa protein hewani lebih baik dari protein nabati. Namun, kandungan lemak pada produk hewani sering membuat orang beralih kepada protein nabati. Jadi protein manakah yang sebaiknya saya konsumsi? Let’s have a look one by one.

Protein hewani

Protein terdiri dari beberapa asam amino, yang mana sebagian dapat diproduksi oleh tubuh dan sebagian lagi tidak. Asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh atau disebut dengan asam amino essensial dapat kita peroleh dari makanan. Dibandingkan dengan protein dari tumbuhan, protein hewani seperti daging, ikan, susu, keju, dan telur mengandung semua 9 asam amino essensial yang diperlukan tubuh.
Produk yang berasal dari hewan umumnya mengandung tinggi lemak. Walaupun demikian, bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsinya. Konsumsi daging dan susu yang rendah lemak merupakan solusi yang terbaik untuk mendapatkan kebaikan produk hewani tanpa lemak yang berlebih yang akan memperlambat proses menuju perut sixpack Anda.
=====================================================
1. Red Meat
Konsumsi red meat seperti daging sapi, kambing dan domba baik untuk tubuh. Selain sebagai sumber protein, red meatjuga penting sebagai sumber vitamin B12 and zat besi heme. Vitamin B12 merupakan vitamin yang sulit ditemui pada tumbuhan. Oleh sebab itu, orang yang hanya mengkonsumsi protein nabati memiliki resiko kekurangan vitamin B12. Zat besi terdapat dalam 2 bentuk; heme dan non-heme. Zat besi heme adalah tipe zat besi yang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh dibandingkan dengan non-heme. Oleh sebab itu, konsumsi red meat baik untuk memastikan kecukupan zat besi pada tubuh.
=====================================================
2. White Meat
Ayam merupakan salah satu contoh sumber protein dari white meat. Sama halnya dengan red meat, ayam juga mengandung lemak dan kolesterol. Lemak ayam banyak terdapat pada kulit dan bagian paha ayam, oleh sebab itu pilihlah bagian dada ayam.
=====================================================
3. Fish
Tentunya kita semua sudah tahu kalau ikan merupakan makanan tinggi protein. Namun, berbeda dengan daging, kita tidak perlu kuatir akan kandungan lemak pada ikan. Beberapa jenis ikan, seperti gindara memiliki kadar lemak yang sangat rendah. Ikan lainnya seperti salmon dan tuna memiliki kandungan lemak yang cukup banyak, namun jangan kuatir karena lemak yang terkandung di dalamnya merupakan lemak baik Omega 3.
=====================================================
4. Susu dan produk olahannya
80% protein pada whole milk merupakan protein kasein, sedangkan 20% sisanya adalah protein whey. Kombinasi kedua jenis protein ini akan mengoptimalkan latihan sixpack Anda. Protein whey dapat diserap dengan cepat oleh tubuh sehingga cocok untuk dikonsumsi sebelum latihan. Sebaliknya, efek slow release dari protein kasein baik untuk mempertahankan kandungan protein selama Anda tidur. Susu tinggi protein kasein dapat ditemukan pada L-Men Regular Slow Release Formula.
Pada penderita lactose intolerance, konsumsi susu dapat menyebabkan diare, sehingga dapat diganti dengan konsumsi yoghurt. Hal ini memungkinkan karena laktosa pada yoghurt sudah dipecah melalui proses fermentasi. L-Men juga menyediakan solusi lainnya, yaitu melalui L-Men Hi Protein Asiatix. Kandungan laktosa nya yang rendah aman untuk dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance.
=====================================================
5. Telur
Telur adalah salah satu makanan yang lazim untuk dikonsumsi oleh penggemar fitnes untuk memenuhi kebutuhan protein yang tinggi sejak dahulu kala. Why is that? Kualitas protein dinilai dengan beberapa parameter, salah satunya adalah biological value (BV). Semakin tinggi nilai BV artinya protein semakin mudah protein terserap dalam tubuh. Dibandingkan dengan sumber protein lainnya, nilai BV (whole eggs) adalah yang paling tinggi, yaitu 100.
=====================================================
6. Ikan Teri
Mungkin Anda akan terkejut dengan fakta ini.Yes, makanan yang sering kali disepelekan ini (sering mendapatkan predikat “makanan rakyat”) ternyata tinggi kandungan proteinnya. Walaupun ukurannya kecil, ternyata kandungan proteinnya mencapai 10%. Selain protein, Anda juga bisa mendapatkan kalsium dari konsumsi ikan teri. Kecil-kecil cabe rawit!

Strategi Latihan untuk Pembakaran Lemak yang Efektif

Strategi latihan untuk Pembakaran lemak agar lebih efektif

“Liburan ke mana?” Mungkin pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan setelah long holiday kemarin. Tidak jarang bahwa jawaban yang di dapat oleh teman-teman dan rekan kerja kita hanya, “Ga ke mana-mana nih, hanya di rumah saja.. Makan, nonton, tidur.” Bermalas-malasan seharian bisa jadi merupakan alternatif beberapa orang untuk menjalani liburan, namun efeknya setelah itu adalah berat badan yang meningkat dan timbunan lemak di badan yang menebal.
Aerobic training seperti running, jogging, biking, rowing, danwalking merupakan salah satu cara yang efektif untuk fat burningdan mempercepat jalan Anda untuk mencapai tubuh atletis ideal. Untuk mengoptimalkan pembakaran lemak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan aerobic training, baik dari segi fitness maupun nutrisi.
From fitness side!
  1. Latihan aerobic sebaiknya dilakukan pada fat burning zone. Indikasi fat burning zone adalah jika detak jantung mencapai 60-80% MHR (MHR = Maximum Heart Rate = 220 – usia). Umumnya indikasi fat burning zone ini dapat Anda lihat pada layar treadmill Anda. Kalau ternyata pada treadmill Anda tidak terdapat layar fat burning zone, Anda dapat mengetahuinya dengan bernyanyi. Jika Anda sudah mencapai fat burning zone, maka Anda sudah tidak bisa menyanyi meskipun masih bisa berbicara.
  2. Saat melakukan aerobic training, karbohidrat akan dibakar terlebih dulu kemudian baru lemak. Oleh sebab itu, lakukan aerobic training Anda paling sedikit 30 menit karena pembakaran lemak baru terjadi setelah 15-20 menit.
  3. Istirahat adalah hal yang penting dalam latihan. Latihan aerobic lebih dari 5 kali dalam seminggu membuat tubuh Anda sulit untuk pulih kembali. Selain akan mengganggu aktivitas sehari-hari, tubuh malah akan menjadi rentan untuk terserang penyakit, so get yourself enough rest.
  4. Agar tidak sakit kepala atau pusing setelah aerobic training, jangan untuk melakukan cooling down. Walaupun cooling down tidak membakar banyak lemak, namun proses ini sangat penting untuk menghindari pusing setelah latihan.
  5. Kombinasikan aerobic training Anda dengan latihan beban. Selain akan meningkatkan massa otot, latihan beban juga akan meningkatkan pembakaran lemak
  6. Jenis latihan akan mempengaruhi jumlah lemak yang dibakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada intensitas latihan yang sama, running akan membakar lemak lebih banyak daripadacycling.
From Nutrition Side!
Latihan yang intensif tanpa nutrisi yang cukup dan lengkap tidak akan memberikan hasil yang optimal. Hindari konsumsi gula sebelum aerobic training, karena berdasarkan penelitian konsumsi gula sebelum latihan akan menghambat pembakaran lemak dan memperlambat perjalanan menuju perut sixpackAnda. Jika merasa lapar sebelum melakukan aerobic training, disarankan untuk mengkonsumsi karbohidrat kompleks.
Nutrisi yang seimbang antara makronutrisi (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral) penting untuk menjaga daya tahan tubuh; seperti misalnya protein, vitamin D, B, dan Kalsium. Walaupun Anda sedang ingin menurunkan massa lemak, jangan hilangkan konsumsi daging maupun produk olahan susu dari menu makanan Anda. Namun tidak ada salahnya untuk menggantinya dengan konsumsi daging dan susu rendah lemak.

Ngebul Bikin Gembul

Bagaikan sebuah batu kali yang keras dan tidak dapat terpecahkan, begitulah juga pikiran beberapa orang yang sudah terlanjur cinta dengan rokok. Banyak yang sudah tahu mengenai bahaya rokok untuk kesehatan, mulai dari kanker paru-paru, impotensi hingga penyakit jantung. Jika bahaya-bahaya kesehatan tersebut belum menggelitik Anda untuk berhenti merokok, Anda masih perlu tahu bahwa rokok ternyata juga berbahaya bagi penampilan Anda, yang selama ini selalu Anda banggakan. Berdasarkan penelitian, rokok erat kaitannya dengan perut buncit dan kulit yang keriput. Nah, bertambah lagi alasan penting bagi Anda untuk menjauhi rokok.

Anda Perokok? Awas Buncit!
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perokok memiliki berat badan yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Tidak heran, banyak orang dengan berat berlebih, memilih untuk menjadi perokok agar berat badannya bisa turun. Hal ini sebenarnya masuk akal, mengingat berbagai macam gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok. Namun, tampaknya hal ini tidak lagi relevan saat ini, seperti tercantum pada British Medical Journal.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Finlandia ini menunjukkan bahwa para perokok justru memiliki berat badan yang lebih besar apabila dibandingkan mereka yang tidak merokok. Para perokok ini juga diketahui memiliki WHR (perbandingan lingkar pinggang dan lingkar pinggul) yang lebih besar. Berarti, para perokok cenderung memiliki perut yang lebih buncit. Hal ini diyakini berhubungan dengan gaya hidup yang lebih tidak sehat para perokok. Para perokok diketahui lebih banyak mengkonsumsi alkohol dan makanan berlemak.
Masalah lingkar pinggang pada perokok ini juga didukung oleh penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli dari Baltimore. Hasil penelitian yang tercantum pada The Journal of American Medical Associationini menunjukkan bahwa para perokok memiliki WHR yang lebih tinggi, bahkan jika mereka mengalami penurunan berat badan. Peningkatan WHR ini akan sedikit berkurang apabila mereka berhenti merokok.

Plus Kulit Keriput
Tidak hanya masalah berat badan dan lingkar pinggang, hasil penelitian yang tercantum pada Archives of Dermatology menunjukkan bahwa kulit para perokok ternyata memiliki keriput yang lebih dalam. Bahkan, keriput ini tidak hanya di wajah melainkan di seluruh tubuh. Wah, perut buncit dan kulit keriput? Apakah hal ini dapat Anda banggakan?

Atasi dengan Latihan
Nah, jika Anda perokok yang sedang berusaha menghentikan kebiasaan Anda, coba bantu dengan fitnes. Tidak perlu melakukan fitnes secara berlebihan, cukup dengan berjalan selama 5 menit secara rutin. Hasil penelitian yang tercantum pada jurnal Addiction menyatakan bahwa berjalan selama 5 menit dapat mencegah para perokok untuk merokok secara berlebihan dan membantu para perokok untuk menahan diri dari godaan rokok.
Hal ini disebabkan karena fitnes dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, serta menghambat keluarnya senyawa pada otak yang mendorong kecanduan pada rokok. Jangan lupakan juga manfaat olahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan dan berat badan Anda. So, do you still want a pack of cigarette, Sir?